[AFF CUP] Foto-foto saat spanduk NURDIN di sobek-sobek gan.

Minggu, 12 Desember 2010
Ini dia foto pada saat Poster Nurdin di Turunkan dan Di sobek-sobek oleh Suporter Indonesia  ..
Langsung ke TKP aja gan ..



Foto 1


Foto 2



Foto 3



Foto 4




Ini Foto pas belum di Turunkan gan ..



Tambahan dari Suporter Indonesia 



cuman bertahan bentar gan spanduk balesan ini, keburu disweping anak buahnya Nurdin.

usaha pencitraan lain dari si Nurdin malem ini, dia pake suporter bayaran untuk mengamankan diri baca beritanya gan 

Ciri-ciri suporter bayaran tersebut adalah dari pakaian mereka yang kompak, yakni kaos merah berlengah hitam. Di bagian punggung, tertulis kata Indonesia atau Indonesia Satu. Di lengan kiri, tersemat pita kecil berwarna kuning.Ane pernah liat langsung mereka lagi pada makan jatah nasi bungkus gan

Source : KASKUS

Kleptomania, Gangguan Kejiwaan Untuk Mencuri

Kleptomania adalah dorongan tak tertahankan untuk mencuri sesuatu yang kadang bagi si penderita tidak benar-benar dibutuhkan. Kleptomania adalah gangguan kesehatan mental yang serius.


Beberapa bukti penelitian menunjukkan bahwa kleptomania berkaitan dengan masalah kimia alami otak (neurotransmiter) yang disebut serotonin. Serotonin berfungsi membantu mengatur suasana hati dan emosi seseorang.

Ada juga beberapa bukti bahwa kleptomania berhubungan dengan gangguan adiktif atau obsesif-kompulsif.


Gejala kleptomania mencakup :

    * Dorongan yang kuat dan mendesak untuk mencuri item yang tidak perlu
    * Bagi si penderita adrenalinnya terpacu saat melakukan pencurian.
    * Penderita merasa nikmat atau puas saat mencuri
    * Merasa bersalah atau malu setelah mencuri


Perawatan

Perawatan kleptomania biasanya melibatkan obat-obatan dan psikoterapi. Namun, tidak ada perawatan standar untuk kleptomania, peneliti medis masih mencari pengobatan terbaik untuk gangguan.

Hanya saja fakta menunjukkan banyak penderita kleptomania merahasiakan kelainan mereka, malu karena mereka takut untuk dirawat.

Source : apakabardunia



Alasan Pelatih Alfred Riedl tidak selebrasi gol

Kamis, 09 Desember 2010
Tahu tidak sih, kenapa ekspresi-nya Pelatih yang udah beberapa kali jadi pelatih timnas di asia tenggara, seperti Vietnam, Laos, Indonesia.
dingin gitu pas tiap tiap ada gol.
kira2 begini nih:
awalnya gue rasa perangainya emang jutek gitu, atau emang wajahnya dari lahir begitu.
ternyata dia itu, masih punya rasa kurang nyaman, kalau mesti "mempermalukan" tim tamu, seperti laos,malaysia.
dibeberapa komentar wawancara pers dia bilang, hanya menduga menang 3-1 atas malaysia (link),
3-0 atas laos(link), dan merasa hasil seri adalah adil saat melawan thailand (link)
makanya dia diem aja pas ada gol dari Indonesia.

abis itu saya menemukan fakta yang mengejutkan, pas dia masih melatih Vietnam tahun 2007-an, dia itu kena penyakit ginjal, sehingga dokter menyarankan transplantasi ginjal, nah pas saat itu,hampir 80 fans sepakbola vietnam menawarkan diri jadi donor ginjal, satu orang dipilih.
dan transplantasi itu sukses. sehingga dia jadi sehat seperti semula

para fans itu hanya ingin memberikan suatu terima kasih, kepada sang pelatih vietnam, yang telah membangkitkan timnas mereka.

makanya itu, sejak saat itu dia merasa selalu berhutang kepada setiap supporter sepakbola, makanya tiap ada gol ke tim lawan, dia cenderung pasif, dan terkadang hanya melakukan selebrasi sekadarnya saja. untuk menjaga perasaan mereka para supporter sepakbola.

salah satu sumber artikelnya dari FIFA.COM, dalam bahasa inggris gan


Source : http://humor-aneh.blogspot.com/2010/12/alasan-pelatih-alfred-riedl-tidak.html

Filipina Minta Jatah Penjualan Tiket ke PSSI

Manila - PSSI mengklaim hasil penjualan tiket semifinal Piala AFF antara Indonesia dan Filipina akan jadi milik mereka. Namun kubu Filipina ternyata masih akan berusaha untuk mendapatkan jatah.

Filipina terpaksa melakoni dua laga semifinal Piala AFF di Jakarta karena stadion yang mereka miliki dianggap tak memenuhi persyaratan AFF (Asosiasi Sepakbola ASEAN). PSSI pun bersedia menanggung seluruh akomodasi, tiket pesawat, konsumsi dan transportasi lokal selama mereka tinggal di Jakarta pada tanggal 14-20 Desember 2010.

Sebagai kompensasinya, PSSI mengklaim seluruh hasil penjualan tiket semifinal akan jadi milik mereka, baik leg pertama maupun leg kedua.

Namun ternyata kubu Filipina belum bisa sepenuhnya menerima hal ini. Mereka akan berusaha mendapatkan bagian keuntungan penjualan tiket.

"Saya memutuskan sebagai Presiden PFF (Asosiasi Sepakbola Filipina), untuk memberikan Jakarta hak menggelar dua partai semifinal. Saya pikir lokasi netral tak akan mampu menghadirkan jumlah penonton sebesar di Jakarta. Saya tak ingin tim kami kehilangan kesempatan untuk merasakan pengalaman bertanding di hadapan 40 ribu hingga 80 ribu penonton. Saya juga telah memikirkan tentang pemasukan tiket," terang mantan presiden PFF, Jose Mari Martinez, di Philstar.

Martinez menegaskan dirinya akan berusaha keras untuk melobi AFF agar Filipina bisa mendapatkan bagian keuntungan penjualan tiket.

"AFF akan menanggung tiket pesawat kami dan tempat penginapan. Itu di luar pembagian keuntungan tiket yang akan kami terima. Saya tidak akan menerima kurang dari 50 persen dari penjualan tiket, setelah dikurangi biaya, dan saya akan memberikan sebagian besar uang itu untuk para pemain," sambung Martinez.

Martinez memperkirakan PFF akan mengantongi sedikitnya US$ 200.000 daripenjualan tiket semifinal untuk tiap pertandingan.

"Jika jumlah penonton 40 ribu dan jatah kami US$ 5 per lembar tiket, maka kami akan mendapatkan US$ 200.000. Tapi jika penonton sampai 80 ribu, maka kami mendapat US$400 ribu. Itu hanya untuk satu pertandingan. Kami akan menjalani dua laga di Jakarta," pungkas Martinez.

Keputusan Filipina menjalani dua laga semifinal di Indonesia sendiri menuai kontroversi. Muncul protes dari pemain yang merasa mereka tidak dilibatkan dalam proses kepindahan laga, yang semuanya diputuskan oleh Jose Mari Martinez. Martinez sudah tak lagi menjabat Presiden Asosiasi Sepakbola Filipina sejak November lalu, meski nama dia masih terpampang sebagai ketua umum di situs resmi PFF.


Source : Detik