Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Profile Syamsir Alam dan Galeri Foto Syamsir Alam

Jumat, 07 Januari 2011
Profile Syamsir Alam dan Galeri Foto Syamsir Alam, Syamsir Alam (lahir di Balingka, IV Koto, Agam, 6 Juli 1992; umur 18 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia. Saat ini ia bermain untuk SAD Indonesia. Tim yang saat ini berguru di Uruguay, Amerika Selatan. Syamsir adalah lulusan dari SSB AS IOP, SSB yang didirikan oleh mendiang Ronny Pattinasarani. Syamsir pernah mengikuti Piala Dunia U-11 Danone bersama Makassar FC yang mewakili Indonesia. Ia juga sempat mengikuti tes bersama tim junior dari Belanda, Vitesse Arnhem dan Heerenveen [1] tapi sayang gagal. Syamsir adalah type striker pekerja. di kompetisi Liga U-17 Quinta Division 2008 ia menjadi top skor dari tim SAD Indonesia dengan mengemas 15 gol dari 29 laga yang dilakoninya. Syamsir dikenal sangat dekat dengan pelatihnya Cesar Payovich.



Karier
  • SSB AS IOP
  • SSB Makassar FC/ Timnas U-11 (ajang Piala Dunia U-11/Danone Nations Cup di Paris, Perancis 2003)
  • Timnas U-14 (Piala Asia U-14 2004)
  • Pelita Jaya Jr
  • Timnas U-23 2006 
  • Timnas U-19 (Pra Piala Asia U-19 2007 di Vietnam)
  • PSJS Jr U-18
  • Timnas U-17
  • SAD Indonesia
  • Timnas U-19 (Kualifikasi Piala Asia U-19 2009)
  • Atletico Penarol


Galeri Foto

















Source : Wikipedia

Filipina Minta Jatah Penjualan Tiket ke PSSI

Kamis, 09 Desember 2010
Manila - PSSI mengklaim hasil penjualan tiket semifinal Piala AFF antara Indonesia dan Filipina akan jadi milik mereka. Namun kubu Filipina ternyata masih akan berusaha untuk mendapatkan jatah.

Filipina terpaksa melakoni dua laga semifinal Piala AFF di Jakarta karena stadion yang mereka miliki dianggap tak memenuhi persyaratan AFF (Asosiasi Sepakbola ASEAN). PSSI pun bersedia menanggung seluruh akomodasi, tiket pesawat, konsumsi dan transportasi lokal selama mereka tinggal di Jakarta pada tanggal 14-20 Desember 2010.

Sebagai kompensasinya, PSSI mengklaim seluruh hasil penjualan tiket semifinal akan jadi milik mereka, baik leg pertama maupun leg kedua.

Namun ternyata kubu Filipina belum bisa sepenuhnya menerima hal ini. Mereka akan berusaha mendapatkan bagian keuntungan penjualan tiket.

"Saya memutuskan sebagai Presiden PFF (Asosiasi Sepakbola Filipina), untuk memberikan Jakarta hak menggelar dua partai semifinal. Saya pikir lokasi netral tak akan mampu menghadirkan jumlah penonton sebesar di Jakarta. Saya tak ingin tim kami kehilangan kesempatan untuk merasakan pengalaman bertanding di hadapan 40 ribu hingga 80 ribu penonton. Saya juga telah memikirkan tentang pemasukan tiket," terang mantan presiden PFF, Jose Mari Martinez, di Philstar.

Martinez menegaskan dirinya akan berusaha keras untuk melobi AFF agar Filipina bisa mendapatkan bagian keuntungan penjualan tiket.

"AFF akan menanggung tiket pesawat kami dan tempat penginapan. Itu di luar pembagian keuntungan tiket yang akan kami terima. Saya tidak akan menerima kurang dari 50 persen dari penjualan tiket, setelah dikurangi biaya, dan saya akan memberikan sebagian besar uang itu untuk para pemain," sambung Martinez.

Martinez memperkirakan PFF akan mengantongi sedikitnya US$ 200.000 daripenjualan tiket semifinal untuk tiap pertandingan.

"Jika jumlah penonton 40 ribu dan jatah kami US$ 5 per lembar tiket, maka kami akan mendapatkan US$ 200.000. Tapi jika penonton sampai 80 ribu, maka kami mendapat US$400 ribu. Itu hanya untuk satu pertandingan. Kami akan menjalani dua laga di Jakarta," pungkas Martinez.

Keputusan Filipina menjalani dua laga semifinal di Indonesia sendiri menuai kontroversi. Muncul protes dari pemain yang merasa mereka tidak dilibatkan dalam proses kepindahan laga, yang semuanya diputuskan oleh Jose Mari Martinez. Martinez sudah tak lagi menjabat Presiden Asosiasi Sepakbola Filipina sejak November lalu, meski nama dia masih terpampang sebagai ketua umum di situs resmi PFF.


Source : Detik

Dua Laga Semifinal Indonesia-Filipina Digelar di Jakarta

Filipina yang tidak dapat menggelar pertandingan semifinal pertama AFF Suzuki Cup 2010 di kandang sendiri akhirnya menjatuhkan pilihan. Dua duel semifinal kontra Indonesia akan digelar di Jakarta.

Kepastian itu diumumkan oleh Federasi Sepakbola ASEAN (AFF) di situs resminya, Kamis (9/10/2010).

Dengan demikian, Jakarta akan dua kali menggelar laga semifinal di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada tanggal 16 dan 19 Desember.

Filipina yang seharusnya menjamu Indonesia di leg pertama tidak bisa memanggungkan partai itu karena stadion yang mereka miliki tidak memenuhi standar yang ditetapkan AFF.

AFF memberikan pilihan pada Filipina untuk menggelar pertandingan semifinal pertama di tempat netral atau di kandang Indonesia. Filipina kemudian dipastikan memilih Jakarta.

Source : Detik

AFF Cup | Get rid of Myanmar Singapore

Minggu, 05 Desember 2010
Singapore national team its first victory after picking clamped Myanmar 2-1. Three figures achieved deliver Singapore topped the Group B standings and make it into the box his opponent.

The match between Singapore cons Myanmar which was held at My Dinh National Stadium on Sunday (12/05/2010). Singapore had left behind one goal first two goals before making a reply.


With this result, Singapore to temporarily occupy the top position with a collection of four values. Its position can still be shifted Vietnam if the action after it managed to beat the Philippines.

As a result of this defeat, Myanmar has not received any value and certainly one was eliminated because it would not be able to pursue the acquisition of the number of teams in the top two positions. In the final qualifying matches, Myanmar competed against the Philippines


Okto Maniani, New Mutiara Indonesia

Sabtu, 04 Desember 2010
In between 'foreign players' who became a star at AFF Cup 2010, one local name whose name is Okto Maniani most protruding. Alfred Riedl and the team was lucky to get a pearl from Papua.

Before the event AFF Cup 2010, perhaps not many know the figure Oktovianus Maniani. But now 20-year-old footballer to be a shining star among other names such as Irfan Bachdim and Cristian Gonzalez.

Attendance includes mini-sized football player who could make Indonesia a moment forget the football public Salosa Boaz. Players who had become one of the mainstay coach Alfred Riedl was omitted due to disciplinary reasons.

Like Boaz, Okto football team is the product of Papua, which fostered to PON 2008. Then he was pursuing a professional football career in PSMS Medan in the 2009 season.

Unfortunately he failed to bring PSMS survive in Indonesia Super League after losing in the playoffs from Persebaya Surabaya. Last season he decided to move to Persitara North Jakarta.

Fate is not good to see him again because Persitara had to go down the caste. But the impressive appearance and unique individual actions make Sriwijaya FC Papua captivated and ask for her hand earlier this season. Okto went back to look good in Srivijaya and make it into the national team was called Alfred Riedl.

Performance ngototnya on the left wing in a number of trials before the AFF Cup makes Okto seal a place in the starting eleven.

Trust is paid completely by Okto in two AFF Cup Group A match. One assists made Okto when Indonesia won 5-1 over Malaysia and looks inviting click amazed.

In the next game contra Laos, he again performed satisfactorily and contributed one goal this time at the party donated six goals without reply 'Red and White'. He is also dedicate these goals to his family.

"I am happy and proud of the goals that I have printed earlier. I dedicate these goals to his wife and two sons my daughter," he said when met after the match Okto.

Okto further promised to look my best in-game action next Indonesia. The number of senior players on the team this time is very helpful in their performance judged on the gridiron.

"I can play good because a lot of senior players on this team. It's nice to experience and perform better in the future," promised Okto.



Source : Detik